Kamis, 24 Oktober 2013

Pengalaman Berorganisasi

Organisasi adalah lembaga sosial yang terdiri dari sekumpulan orang (dua atau lebih) dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan dan dapat dijalankan secara bermanfaat serta terarah pada satu tujuan. Dalam berorganisasi manfaat yang dapat kita ambil yaitu mendapatkan banyak teman, mendapatkan banyak ilmu, menambah keterampilan dan mengasah keterampilan, kedisiplinan, kemanusiaan, tenggang rasa, mengetahui bagaimana caranya bekerja sama dalam suatu kelompok untuk menghasilkan suatu tujuan. Karena setiap orang memiliki pandangan atau pemikiran yang berbeda beda dengan berorganisasi kita dapat lebih menghargai, menghormati dan menerima pendapat orang lain dan mencari solusi bersama untuk memecahkan suatu masalah tersebut. Masih banyak lagi manfaat yang dapat kita peroleh dari berorganisai.
Kali ini, saya akan sedikit berbagi pengalaman saya dalam mengikuti organisasi saat saya menduduki bangku SMP. Saya mengikuti organisasi di SMP yaitu organisasi intra sekolah atau yang sering disebut dengan OSIS. OSIS adalah suatu organisasi yang berada ditingkat sekolah. OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS.
Ketika saya ingin mengikuti OSIS ini terlebih dahulu saya harus mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa atau LDKS yang pada saat itu di adakan di sekolah saya. Di LDKS ini kepribadian dan mental kita juga akan dilatih agar mampu menghadapi sebuah permasalah yang menurut kita sulit diselesaikan.Selanjutnya kita akan menyampaikan visi dan misi kita dihadapan para siswa dan guru. Setelah itu akan dilakukan pemilihan secara voting. Kemudian saya pun menjadi bagian dari OSIS dengan Sekbid VI (Kewiraswastaan) pada saat itu.
Pada saat saya menjabat sebagai anggota OSIS, saya sempat mengadakan bazar. Dengan mengadakan bazar kita dapat belajar untuk berwirausaha, selain itu hasil dari bazar tersebut akan disumbangkan kepada orang yang tidak mampu atau panti asuhan. Selain kita mendapat ilmu kita pun dapat berbagi dengan sesama kita.

Dengan mengikuti organisasi OSIS ini, saya dapat menambah pengalaman saya serta mendapatkan banyak pengetahuan mengenai pentingnya bersosialisasi dengan orang lain atau masyarakat sekitar yang membutuhkan bantuan kita, meskipun tidak seberapa bantuan yang dapat kita berikan untuk mereka.

Senin, 24 Juni 2013

Profesionalisme


PROFESIONALISME 
Profesionalisme merupakan suatu tingkah laku, suatu tujuan atau suatu rangkaian kwalitas yang menandai atau melukiskan coraknya suatu “profesi”. Profesionalisme mengandung pula pengertian menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sebagai sumber penghidupan. Disamping istilah profesionalisme, ada istilah yaitu profesi. Profesi sering kita artikan dengan “pekerjaan” atau “job” kita sehari-hari. Tetapi dalam kata profession yang berasal dari perbendaharaan Angglo Saxon tidak hanya terkandung pengertian “pekerjaan” saja. Profesi mengharuskan tidak hanya pengetahuan dan keahlian khusus melalui persiapan dan latihan, tetapi dalam arti “profession” terpaku juga suatu “panggilan”.
          Dengan begitu, maka arti “profession” mengandung dua unsur. Pertama unsure keahlian dan kedua unsur panggilan. Sehingga seorang “profesional” harus memadukan dalam diri pribadinya kecakapan teknik yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaannya, dan juga kematangan etik. Penguasaan teknik saja tidak membuat seseorang menjadi “profesional”. Kedua-duanya harus menyatu.
 

CIRI-CIRI PROFESIONALISME

Di bawah ini dikemukakan beberapa ciri profesionalisme :
1.       Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil (perfect result), sehingga kita di tuntut untuk selalu mencari peningkatan mutu.
2.     Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan.
3.      Profesionalisme menuntut ketekunan dan ketabahan, yaitu sifat tidak mudah puas atau putus asa sampai hasil tercapai.
4.     Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan oleh “keadaan terpaksa” atau godaan iman seperti harta dan kenikmatan hidup.
5.      Profesionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan, sehingga terjaga efektivitas kerja yang tinggi.
Ciri di atas menunjukkan bahwa tidaklah mudah menjadi seorang pelaksana profesi yang profesional, harus ada kriteria-kriteria tertentu yang mendasarinya. Lebih jelas lagi bahwa seorang yang dikatakan profesional adalah mereka yang sangat kompeten atau memiliki kompetensikompetensi tertentu yang mendasari kinerjanya.

KODE ETIK PROFESIONAL
1.    Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya
2.      Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan
3.     Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu
4.      Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral-moral dari komunitas, dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya
5.       Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi
6.      Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya

Manusia dan Tanggung Jawab

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Manusia yang bertanggung jawab adalah manusia yang berani menghadapi masalahnya sendiri.

MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB

Manusia itu berjuang adalah memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan, yaitu kekuasaan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa macam tanggung jawab, yaitu:

a.  Tanggung jawab terhadap diri sendiri,  yaitu menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
b.  Tanggung jawab terhadap keluarga, yaitu tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya terhadap nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan.
c.  Tanggung jawab terhadap masyarakat, yaitu manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan  manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial.
d.  Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara, yaitu suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri, dan apabila perbuatan itu salah, maka harus bertanggung jawab kepada negara.
e.   Tanggung jawab terhadap Tuhan, yaitu Tuhan menciptakan manusia dibumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan, sehingga tindakan manusia tidak lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama.

PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga, sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan, dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.  Pengabdian bermacam-macam bentuknya. Yang paling dasar adalah pengabdian kepada keluarga, kepada Tuhan, dan kepada negara.
Pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian, dengan penuh rasa ikhlas dan tidak mengandung pamrih. Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan itu sendiri tidak begitu jelas. Jika ada pengabdian, maka ada pengorbanan. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan, sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu, misalnya tenaga, biaya, waktu, pikiran.

Senin, 17 Juni 2013

Permainan Tradisional

Permainan Ular Naga

     Ini merupakan salah satu dari tugas mata kuliah Softskill [Ilmu Budaya Sosial]. Tujuan kami membuat video ini agar kita sebagai generasi muda dapat melestarikan atau menjaga permainan-permainan tradisional yang pada saat ini sudah jarang di mainan kan oleh anak-anak. Pada saat ini kebanyakan dari anak anak lebih memilih untuk bermain game online, playstation, dsb bahkan pada saat ini anak-anak pun lebih memilih untuk bermain dengan gadget. Mungkin sebagian dari mereka tidak mengetahui permainan-permainan tradisional.
     Pada video ini kami memainkan salah satu permainan tradisional yaitu, Ular Naga. Permainan Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan anak-anak Jakarta di luar rumah di waktu sore dan malam hari. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang, bisa juga lebih, anak-anak umur 5-12 tahun (TK - SD).

Senin, 29 April 2013

Ayat Al-Qur'an Tentang Cinta

       Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai'ankatsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai'an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga :
1.    lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain
2.    lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan
3.    lebih suka mengikut ikemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Bagi orang yang
       telah jatuh cinta kepada Alloh SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Alloh Swt, dengan membaca
       firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti
       perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain.
Dalam Qur'an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:
1.  Cinta mawaddah     
     Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan "nggemesi". Orang yang memiliki cinta
     jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia
     ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.
2.  Cinta rahmah       
     Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi.
     Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding
     terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus
     menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya.
     Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertaliandarah, terutama cinta orang tua
     terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur'an , kerabat disebut al arham, dzawi al
     arham ,yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri,yang berasal dari garba kasih
     sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana
     psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang
     memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung
     tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia
     lahir batin-dunia akhirat.
3.  Cinta mail     
     Cinta mail adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian
     hingga hal hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur'an disebut dalam
     konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail),
     cenderung mengabaikan kepada yang lama.
4.  Cinta syaghaf     
     Cinta syaghaf adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang
     cinta jenis syaghaf (qadsyaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak
     menyadari apa yang dilakukan. Al Qur'an menggunakan term syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana
     cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf.
5.  Cinta ra'fah
     Cinta ra’fah adalah rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan
     kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur'an
     menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah menyebabkan orang tidak
     menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus hukuman bagi pezina (Q/24:2).
6.  Cinta shobwah     
     Cinta shobwah adalah cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al
     Qur'an menyebut term ni ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan
     Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan
     Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min
     aljahilin (Q/12:33)
7.  Cinta syauq (rindu)
     Cinta syauq (rindu) term ini bukan dari al Qur'an tetapi dari hadis yang menafsirkan al Qur'an. Dalam surat
     al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barang siapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba. Kalimat
     kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma'tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as'aluka ladzzata an
     nadzori ila wajhikawa as syauqa ila liqa'ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu
     dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat
     al Muhibbin waNuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepadasang kekasih (safar al
     qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah
     wa iltihab naruha fi qalb al muhibbi.
8.  Cinta kulfah     
     Cinta kulfah adalah perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positip meski
     sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada
     pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur'an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang
     kecuali sesuai dengan kemampuannya, layukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)

Puisi Cinta

Kerinduan

Jam menit detik terus berganti
Tuk lupakan bayangan masa lalumu
Waktu bersama-sama denganmu
Rindu ini melanda ku tiada henti

Kini hanya satu inginku
Dapat berjumpa dengannya
Ingin mengulang waktu rasanya
Butiran mutiara jatuh dipipiku

Berharap hanyalah sebuah mimpi
Canda tawamu telah tiada
Dan butiran mutiara membasahi pipi

Kini tinggallah kenangan bersamamu
Dan dibenakku hanya ada bayanganmu
Sungguh ku tak dapat menahan kepergianmu

Kamis, 28 Maret 2013

Kebudayaan Manusia


Manusia dan Kebudayaan

Manusia sudah mengenal dan memiliki kebudayaan sejak ribuan tahun yang lalu, kebudayaan yang diturunkan ke anak cucu mereka sampai saat ini. Seriring berjalannya waktu, kebudayaan terus berkembang.

Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit.

Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Hubungan manusia dengan kebudayaan adalah kebudayaan merupakan hasil dari ide, gagasan dan pemikiran baik nyata ataupun abstrak dan juga rancangan hidup masa depan. Sehingga dapat diartikan pula bahwa semakin tinggi tingkat kebudayaan manusia, semakin tinggi pula tinggkat pemikirian setiap manusia tersebut. Kebudayaan itu sendiri  digunakan untuk melangsungkan kehidupan bermasyarakat  antar manusia karena sifat manusia itu sebagai makhluk sosial yaitu manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan harus hidup dengan manusia lainnya. Sehingga bisa dikatakan bahwa manusia adalah makhluk yang berbudaya.


Bagan Psikososiogram Manusia






Penjelasan:

• Nomor 7 dan nomor 6 disebut daerah tak sadar dan sub sadar. Kedua lingkaran itu berada di daerah pedalaman dari alam jiwa individu dan terdiri dari bahan pikiran dan gagasan yang telah terdesak ke dalam, sehingga tidak disadari lagi oleh individu yang bersangkutan. Contohnya : impian atau cita-cita yang diinginkan.

• Nomor 5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan (unexpressed conscious). Lingkaran itu terdiri dari pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan yang disadari oleh si individu yang bersangkutan, tetapi siapapun juga dalam lingkarannya. Hal itu disebabkan ada kemungkinan, bahwa: Ia takut salah dan takut dimarahi orang apabila ia menyatakannya, atau karena ia punya maksud jahat.

• Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan (expressed conscious). Lingkaran ini di dalam alam jiwa manusia mengandung pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, dan perasaan-perasaan yang dapat dinyatakan secara terbuka oleh si individu kepada sesamanya, yang dengan mudah diterima dan dijawab oleh sesamanya.

• Nomor 3 disebut limgkaran hubungan karib, mengandung konsepsi tentang orang-orang, binatang-binatang, atau benda-benda yang oleh si individu diajak bergaul secara mesra dan karib, yang bisa dipakai sebagai tempat berlindung dan tempat mencurahkan isi hati apabila ia sedang terkena tekananbatin atau dikejar-kejar oleh kesedihan dan oleh masalah-masalah hidup yang menyulitkan.

• Nomor 2 disebut lingkaran hubungan berguna, tidak lagi ditandai oleh sikap sayang dan mesra, melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang atau benda-benda itu bagi dirinya.

• Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jarak jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam jiwa manusia tentang manusia, benda-benda, alat-alat, pengetahuan dan adat yang ada dalam kebudayaan dan masyarakat sendiri, tetapi yang jarang sekali mempunyai arti dan pengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari

• Nomor 0 disebut lingkaran dunia luar, terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan yang hampir sama dengan lingkaran nomor 1, hanya bedanya terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan tentang orang dan hal yang terletak di luar masyarakat dan negara Indonesia, dan ditanggapi oleh individu bersangkutan dengan sikap masa bodoh. Contohnya : anggapan pelajar indonesia yang tak pernah ke luar negeri tentang jepang

Kesimpulan :

Manusia adalah makhluk yang berbudaya, yang dapat menghasilkan kebuadayaan yang beraneka ragam. Kebuadayaan suatu manusia adalah hasil dari ilmu pengetahuan manusia tersebut dan kedua hal tersebut saling berkaitan satu sama lain.

Pengalaman Bootcamp SAP Part3

Pada hari ke 22 training tanggal 5 Juli 2017 diadakan ujian tertulis untuk mengetahui sejauh mana peserta bootcamp memahami materi yan...